Sunday, 31 January 2010

Gangguan Kejiwaan

Dewasa ini sering kita baca berita tentang meningkatnya gangguan kejiwaan , khususnya di kota-kota besar, seiring meningkatnya kebutuhan hidup, beban hidup serta tuntutan hidup baik dalam dunia kerja ataupun di lingkungan masyarakat. Sebenarnya apakah gangguna kejiwaan tersebut?
Untuk memahami masalah tersebut, kita perlu memahami apa itu definisi kesehatan jiwa. Menurut situs www.dinkes-dki.go.id, kesehatan jiwa adalah perasaan sehat dan bahagia serta mampu mengatasi tantangan hidup, dapat menerima orang lain sebagaimana adanya serta mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain.
Berdasarkan definisi tersebut diatas, apakah kondisi kejiwaan kita tergolong tidak sehat? sebab salah satu definisinya adalah mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri maupun orang lain, sedangkan secara manusiawi, terkadang, bahkan seringkali kita mempunyai perasaan negatif terhadap orang di sekitar kita, merasa rendah diri ataupun iri dan lain sebagainya.Disinilah kita dituntut untuk memiliki kualitas kecerdasan emosi supaya mampu mengendalikan diri terhadap emosi, pola pikir dan juga perasaan-perasaan kita.
Gangguan jiwa bisa diartikan juga sebagai suatu kondisi atau situasi kejiwaan yang negatif yang menyebabkan perilaku, pikiran, dan perasaannya tidak sesuai dengan norma-norma yang ada dilingkungannya.

Berikut ini ada beberapa hal yang bisa menyebabkan gangguan peada kejiwaan :

Stres
Menurut Sutardjo A Wiramihardja, kondisi kejiwaan itu bisa saja berupa situasi stres. Stres itu sendiri sangat bervariasi. Yang menimbulkan gangguan disebut distress, sedangkan yang menggembirakan disebut eustress, dan yang tidak menimbulkan apa-apa atau netral disebut neustress. Ada banyak sumber yang bisa menyebabkan stres misalnya perasaan frustrasi, adanya konflik, tekanan dari lingkungan kerja atau masyarakat, ketidaksiapan dalam menerima perubahan dan lain-lain.

Frustrasi
Arti kata frustasi menurut wikipedia berasal dari bahasa latin yaitu frustratio artinya perasaan kecewa atau jengkel akibat terhalang dalam pencapaian tujuan, semakin tinggi tujuan yang ingin dicapai, semakin tinggi pula tingkat frustrasi yang mungkin akan dialaminya seandainya keinginan tersebut tidak tercapai.

Konflik
berasal dari kata kerja latin configure yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau kelompok atau lebih dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya karena adanya kesamaan kepentingan yang membuat saling bersaing ataupun adanya perbedaan pendapat yang menyebabkan adanya persaingan antara dua pihak.
Pressure atau Tekanan disini adalah ketika seseorang merasa terpaksa melakukan sesuatu yang tidak ingin ia lakukan ataupun keharusan melakukan sesuatu sesuai target yang telah ditentukan.Situasi seperti ini dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi ataupun gangguan kejiwaan, yang tingkat gangguannya tergantung dari kekuatan orang tersebut dalam menghadapi tekanan.

Perubahan
Adalah suatu pergantian situasi atau kondisi yang mana Saat seseorang tidak mampu menghadapi adanya perubahan yang terjadi, maka jiwanya akan tertekan dan akan mengakibatkan gangguan pada kejiwaannya.

Sutardjo A Wiramiharja juga meningatkan bahwa stres ringan tidak akan menimbulkan masalah dan pengaruh bahkan dapat meningkatkan kualitas individu seseorang. Yang bisa mengakibatkan gangguan kejiwaan adalah stres yang berlebihan. Kemampuan masing-masing individu dalam menghadapi stres berlainan antara satu dengan yang lain, tergantung stress tolerance atau kemampuan dalam menghadapi stres dari masing-masing individu tersebut. semakin besar kemampuan dalam menghadapi stres, akan semakin kecil resiko terkena gangguan pada kejiwaan.

Dengan melatih dan meningkatkan kecerdasan emosi, diharapkan kita mampu mencegah, menghindari atau meminimalisir jenis-jenis gangguan kejiwaan tersebut sehingga mampu mendapatkan kualitas kehidupan yang lebih baik lagi.

Read more “Gangguan Kejiwaan”  »»

Saturday, 21 November 2009

Motivasi Diri Untuk Mencapai Tujuan

Pada dasarnya setiap manusia mempunyai keinginan untuk mengembangkan diri, mencapai tujuan dalam hidupnya serta keinginan-keinginan yang lainnya, baik dalam hal karier, study serta kehidupan sosial lainnya.

Permasalahannya yaitu seringkali dalam perjalanan untuk meraih keinginan tersebut, kita menjadi merasa malas ataupun kurang termotivasi untuk meneruskan langkah dengan berbagai macam alasan ataupun permasalahan.
Berikut ini ada beberapa tips yang mungkin berguna buat kita untuk membangkitkan kembali motivasi dalam diri kita.

1. Timbulkan Keinginan
Salah satu modal awal untuk memotivasi diri adalah menciptakan keinginan, sebab, tanpa adanya suatu keinginan, tentunya kita tidak akan melakukan apapun karena tidak ada suatu tujuan dalam hidup kita.

2. Ciptakan Harapan
Setelah keinginan kita timbul, tentunya akan disertai dengan harapan bukan? Salah satu faktor yang membuat kita tetap bergerak maju adalah harapan-harapan kita untuk mendapatkan hal yang lebih baik dalam kehidupan kita. Hidup tidak akan berarti lagi jika kita sudah tidak mempunyai harapan lagi untuk masa depan kita.

3. Tingkatkan Wawasan
Apakah dengan memiliki sebuah harapan saja sudah cukup? Jawabannya adalah "Tidak Cukup". Bagaimana kita bisa merealisasikan apa yang kita harapkan jika wawasan kita terbatas, kita bagaikan berjalan dalam rimba tanpa tahu arah tujuan.Perluas wawasan kita dengan membaca, memperluas pergaulan, mengikuti perkembangan kemajuan dan sebagainya.

4. Timbulkan Ketertarikan
Jika kita merasa tertarik dengan sesuatu, maka kita akan terpacu untuk mendapatkannya. Jika rasa tertarik itu tidak ada, maka kita akan merasa terpaksa untuk melakukan suatu pekerjaan, dan hasilnya tentu tidak akan maksimal.

5. Fokus Pada tujuan
Dengan memfokuskan pikiran kita pada tujuan yang ingin kita tempuh, tentunya akan membantu dalam meningkatkan kinerja kita dalam meraih hasil yang lebih maksimal. Banyak orang melakukan suatu hal tanpa terfokus pada sesuatu yang dia kerjakan, selain pekerjaannya lebih lambat, mereka juga tidak akan memperoleh hasil sesuai yang mereka harapkan.

6. Yakin Pada Diri Sendiri
Bukan berarti kita takabur ataupun sombong, yakin dalam hal ini adalah disertai dengan kemampuan yang telah kita latih, tujuam yang telah kita tetapkan, wawasan kita yang selalu bertambah, sehingga kepercayaan diri kita makin meningkat, dan kita tidak mudah menyerah oleh keadaan yang paling buruk sekalipun.

7. Lakukan
Terakhir, segera lakukan langkah awal untuk meraih tujuan hidup Anda. Jangan pernah merasa ragu untuk memulai. sekali kita melangkah, jalan untuk meraih keinginan akan semakin terbuka lebar.Dan Yang pasti, jangan terburu-buru untuk segera mendapatkan hasil yang besar.


Tips-tips diatas tersebut merupakan sebagian kecil dari banyak cara untuk meraih tujuan dengan jalan memotivasi diri, jadi kita harus selalu menggali segala informasi dan selalu berusaha meningkatkan wawasan kita, supaya kita selalu termotivasi dalam setiap apa yang kita lakukan dalam kehidupan kita.


Read more “Motivasi Diri Untuk Mencapai Tujuan”  »»