Saturday, 19 September 2009

SEX ALA TAO

blackmoon-sublimasi.blogspot.com
Sex Tao
Sigmund Freud tokoh psikoanalisa, mengatakan bahwa hampir semua penyakit jiwa yang dialami manusia dikarenakan kebutuhan seksnya tidak terpenuhi.

Setiap pria memiliki tombak, entah tombak itu panjang, pendek, kecil atau besar, lurus atau bengkok. Tombak ini tidak dimiliki oleh perempuan hal inilah yang menurut Freud membuat kaum perempuan menjadi penis envy (iri akan tombaknya pria).
Tapi banyak tombak yang tidak memenuhi syarat untuk mampu melakukan tugasnya dengan baik dan benar.
Sehingga bukan hal yang aneh apabila setiap iklan obat yang mampu meningkatkan kemampuan alat vital lelaki selalu laris dan diburu.
Dalam ilmu Seks ala Tao, para lelaki tidak perlu membutuhkan obat-obat perangsang ataupun obat-obat kuat seperti yang sering diiklankan,
Melakukan esek2 empat sampai lima jam bukanlah khayalan atau impian lagi dan ini bukan hanya seminggu dua kali kalau perlu setiap hari selalu siap untuk bertempur.


Kata seks diserap dari bahasa Latin Sexus. Masing-masing orang menilai dan memandang seks ini dari sudut segi kacamaca yang berlainan tergantung karakteristik maupun pemahaman yang bersangkutan.
Sering pula diterjemahkan ke dalam bhs Inggris dengan perkataan "Make Love". .Sebuah kata-kata yang cukup indah, walaupun dalam prakteknya ternyata tidak sesuai dengan perkataan “make love” tersebut, karena dilakukan hanya sekedar untuk pemuasan ataupun menunjukkan keperkasaan saja.

Kata bersetubuh adalah kata yang paling cocok dengan ajaran Tao dimana Yin dan Yang menjadi satu dalam keharmonisan.
sedangkan kita melakukan seks untuk bersatu dengan pasangan hidup kita. Jadi seks dan meditasi itu memiliki banyak sekali kebersamaannya. Pada saat seks akan mencapai puncaknya disitulah kita merasakan kebersatuan dimana dua tubuh menjadi satu tubuh dan ini merupakan idaman bagi setiap pasangan.
Kegagalan maupun kekecewaan dalam soal seks terjadi, karena mereka tidak pernah dapat merasakan kebersamaan ini. Mereka tidak pernah dapat merasakan dimana tubuh dan hati mereka menjadi satu. Hal inilah yang membuat pasangan hidup kita menjadi kecewa dan frustasi, yang parahnya didukung pula oleh faktor lemahnya kemampuan ereksi alat vital lelaki pasangannya.

Konon menurut Sun Simiao sang tabib dewa: “Pria yang mampu beresenggama dengan 93 wanita tanpa sekalipun laharnya muntah keluar (ejakulasi), ia akan bisa hidup 10 ribu tahun (umur panjang).” Kenapa demikian?

Apa yang terjadi setelah pria menumpaskan air laharnya ? Ia akan merasa lelah kecapean, karena tenaganya terkuras habis, maka tidaklah heran setelah mencapai titik puncakny, kebanyakan pria merasa males untuk ngobrol lagi inginnya segera tidur. Beda dengan wanita, ia merasa jadi segar dan ingin diajak ngobrol, seperti juga tanaman yang barusan disiram. Hal ini merupakan salah satu perbedaan antara pria dan wanita.

Hal ini jugalah yang membuat kebanyakan istri jadi jengkel terhadap suaminya, karena merasa diperlakukan seperti panci kotor setelah dipakai dicuekin gitu ajah. Setelah ejakulasi, tombak pria itu jadi bengkok dan tidak bisa dipakai lagi, apinya sudah padam.
Inti dari ajaran seks ala Tao adalah Orgasme tanpa harus ejakulasi pada saat bersenggama. Air mani itu bisa disamakan dengan darah, tidak baik orang menyumbang darah setiap hari. Disamping itu untuk memulihkannya kembali butuh waktu. Beda dengan wanita ia menerima air mani pria, jadi wajarlah apabila ia menjadi semakin segar.

Wah pasti banyak pria yang akan protest, sebab dari sejak kecil kita sudah diajarkan maupun dipratekkan bahwa pelampiasan seks pria hanya dengan satu tujuan ialah mengeluarkan air mani. Orgasmus tanpa ejakulasi itu nonsen besar!

Ingat tujuan kita bersenggama adalah untuk kesehatan dan kenikmatan oleh sebab itulah menurut Sun Simao, pada saat pria berejakulasi, berarti ia telah dibunuh oleh istrinya, apinya telah dipadamkan petite mort (mati kecil).

Demikian juga halnya dengan makan tujuan makan bukan hanya sekedar untuk menjadi kenyang, melainkan untuk menikmati makanan tsb, orang yang bisa berhenti sebelum kekenyangan adalah orang yang bisa hidup sehat. Begitu juga dalam soal seks.

Apakah dengan demikian, berarti pria tidak boleh berejakulasi lagi? Boleh..dan ejakulasi dibutuhkan untuk pembuahan, tetapi diusahakan dalam sebulan tidak lebih dari dua kali, sedangkan di hari-hari lainnya bersenggamalah sebanyak mungkin dan selama mungkin. Ingat anda akan bisa mengalahkan sepuluh pertarungan dalam semalam selama belum kehabisan peluru dan selama api masih menyala dan tombakpun belum bengkok.

Secara logika, jika seorang lelaki tidak/ belum menumpahkan spermanya, kondisi tubuhnya akan tetap fit tidak akan lemas, dan akan sanggup untuk melakukan hubungan intim semaksimal mungkin.


Sumber : momentum98.com dan beberapa sumber lainnya

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...